Selasa, 13 Maret 2012

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN




TEORI : PENGERTIAN HAKIKAT MANUSIA
http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_12.html  
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
  • Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat   menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
  • Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
  • Yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
  • Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
  • Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
  • Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
  • Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
  • Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
ARTIKEL : HAKIKAT MANUSIA
Seperti apakah hakikat manusia itu ? Jawab : Manusia adalah hamba Allah (’abdullah) dan khalifah di muka bumi. Sebagai hamba Allah, manusia berkewajiban untuk beribadah kepada-Nya. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia berkewajiban untuk memakmurkan bumi, melakukan perbaikan (ishlah) diatasnya, dan tidak malah membuat kerusakan diatasnya. Manusia adalah salah satu dari dua tsaqalaani, yaitu dua makhluq yang dibebani dengan syariat dan harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya : jin dan manusia. Dua makhluq ini berbeda dengan segenap makhluq yang lain yang tidak harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jin dan manusia memiliki pilihan untuk taat atau ingkar, sedangkan makhluq Allah yang lain tidak memiliki pilihan karena pilihan mereka hanya satu : taat kepada Allah. Langit dan bumi seluruhnya tunduk dan patuh kepada Allah secara sukarela, dengan cara mereka sendiri-sendiri. Sedangkan jin dan manusia ada yang taat dan ada pula yang ingkar. Dahulu kala Allah telah menawarkan amanah kekhalifahan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, dan semua menolaknya, akan tetapi manusia mau menerimanya. Oleh karena itu, manusia telah diberikan oleh Allah berbagai potensi untuk bisa mengemban tugas dan amanahnya tersebut. Jika seorang manusia sangat taat kepada Allah, derajatnya bisa lebih tinggi daripada malaikat, karena malaikat memang diciptakan untuk taat semata sementara manusia taat karena pilihannya. Akan tetapi jika seorang manusia ingkar kepada Allah, derajatnya bisa lebih rendah daripada binatang, karena binatang tidak memiliki akal pikiran sementara manusia memiliki akal pikiran.

PENDAPAT :  HAKIKAT MAUSIA
            Seperti yang sudah di jelaskan oleh sumber diatas, menurut saya pengertian hakikat manusia lebih kepada tujuan manusia di ciptakan. Karena Tuhan tidak pernah menciptakan sesuau dengan sia-sia, begitu pula dengan menciptakan manusia. Namun, terkadang manusia itu sendiri tidak menyadari untuk apa dirinya diciptakan. Alasan sederhana yang sering dikemukakan tentang penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Tuhan. Dalam hal ini bukan hanya diperuntukan untuk umat Islam tetapi untuk semua manusia yang beragama dan mengakui keberadaan Tuhan.
            Manusia atau lebih tepatnya makhluk hidup diciptakan dengan memiliki ruh yang digunakan untuk menggerakan raganya. Mereka senang tiasa bergerak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya demi kelangsungan hidupnya kelak. Manusia juga di anugrahi dengan akal dan pikiran,

 itu yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainya. Manusia dapat berpikir rasional yaitu cara berpikir dengan mempertimbangkan logika seseorang dan sesuai dengan kenyataan yang ada, istilahnya masuk di akal. Manusia yang sebenarnya atau yang baik iyalah manusia yang mampu berpikir positif terhadap segala hal dan mampu mengontrol emosi ataupun dirinya. Selain memiliki akal dan ppikiran manusia juga memiliki hati nurani, yang mendorong dirinya untuk selalu berbuat baik kepada diri sendiri maupun orang lain demi terwujudnya kehidupan yang sejahtera.
             Manusia begitu juga semua makhluk hidup akan mengalami proses berkembang baik secara fisik maupun psikis. Kemampuan tumbuh dan berkembang inilah yang menyebabkan manusia memiliki banya sekali potensi bahkan tak terbatas. Namun potensi tersebut bukanlah potensi yang mampu melebihi kemampuan Tuhan. Di dalam diri manusia juga terdapat hal baik dan hal buruk. Karena tuhan menciptakan segala sesuatunya dengan berpasang-pasangan ada yang positif ada pula yang negative.

 Ada manusia yang taat ke pada Tuha-Nya dan ada pula yang tidak seperti dalam agama Islam yang telah menjelaskan bahwa orang yang sanggat taat kepada Gusti Allah akan di tinggikan drajatnya bahkan hingga melebihi malaikat. Namun jika seseorang yang tidak taat kepada GUsti Allah akak di rendahkan drajatnya, baah kan lebih rendah dari seekor binatang.
            Manusia adalah makhluk hidup yang sangat di pengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Lingkungan yang bertahap, yaitu dimulai dari sejak kita kecil hingga dewasa. Dari lingkungan keluarga berkembang ke lingkungan di sekolah lalu lingkungan pergaulan. Lingkungan-lingkungan tersebut adalah lingkungan yang mampu membawa dampak positif bagi manusia. Terutama lingkungan pergaulan karena pergaulan yang negative mampu merusak fisik maupun mental manusia. Seperti pepatah mengatakan “jika kita berteman dengan tukang parfum maka kita akan bau wangi, tetapi jika kita berteman dengan tukang ikan maka kita juga akan ikut berbau amis”. Namun kmbali lagi kepada diri kita sendiri mampukah kita memilih mana pergaulan yang baik dan yang buruk bagi diri kita. Bahkan ada beberapa kasus bahwa manusia dapat hidup tumbuh dan berkembang tanpa pengaruh dari lingkungan di sekitarnya. Ia hanya mengandalkan insting dan jiwa kemanusiaanya saja. Tentu itu tidaklah baik karena manusia tercipta sebagai makluk social dan tidahlah mungkin manusia akan tetap hidup tanpa adanya interaksi social.


0 komentar:

Posting Komentar